Saya merupakan
orang awam jika dikaitkan dengan hal-hal gaib, dan saya juga merasa tidak
memiliki indra keenam. Dunia gaib meruapkan duni yang berjarak dengan dunia
manusia, beda dimensi, beda ruang dan waktu, sehingga keberadaannya pun samar,
tapi kita semua yakin bahwa dunia seperti itu memang ada.
Namun ada
sebagian orang yang memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan dunia
tersebut. Dan beberaa oranf tersebut menulis dan mengilustrasikan Buku Kedua
Kisah Tanah Jawa : Jagat Lelembut. Sesuai judulnya, buku ini menjembatani kita ‘manusia
biasa’ dengan dunia lelembut melalui tulisan dan ilustrasi.
Secara umum
tulisan di buku ini dibuat dengan bahasa yang sangat mudah dimengerti. Penulis
mampu menyalurkan pengetahuan tentang Jagat Lelembut dengan pilihan kata yang
sederhana dan mengena kepada pembaca. Kita tidak akan menemukan kalimat yang
sulit untuk dimengerti di buku ini, kita dapat membaca buku ini dengan senang
hati.
Sebagian buku
ini memuat ilustrasi terhadap wujud-wujud makhluk Jagat Lelembut yang pernah
diajak berinteraksi dengan penulis.Beberapa merupakan sosok-sosok yang sudah
tidak asing dengan kehidupan sehri-hari. Beberapa juga terdapat ilustrasi yang
yang meluruskan persepsi yang sudah terlanjur tumbuh berkembang di masyarakat
yang kurang tepat. Intinya buku ini sangat informatif terutama untuk
pembacanya. Ilustrasi yang ditampilkan sangat jelas dan berukuran cukup besar
untuk dapat dinikmati para pembaca. Dan yang paling menarik, yaitu terdapat
mantra-mantra yang dapat digunagakan untuk memnaggil sosok-sosok lelembut tersebut.
Konon, beberap
sosok yang terdapat di ilustrasi buku ini dapat mendatangkan energy negatif.
Pegalaman pribadi saya saat membaca, energi itu muncul ketika saya membaca dan
mengatai dengan seksama sosok ratu Kuntilanak. Tiba-tiba sekujur badan
merinding muncul rasa tidak nyaman di bagian belakang leher.

