Seumur hidup saya baru tiga kali membaca karya Dewi Lestari ‘si penulis kenamaan yang menyebut dirinya dee’. Tiga karya tersebut adalah Recto Verso, Madre, dan yang terakhir adalah Aroma Karsa.
Entah apa yang
terjadi pada saya, sehingga saya bisa melupakan kenikmatan membaca buku selama
bertahun-tahun. Baru di tahun 2019 ini saya kembali membaca buku, dan buku itu
adalah Aroma Karsa. Awalnya saya agak ‘nyengit’ karena buku ini begitu tebal,
namun si pemilik buku ini mengatakan pada saya “hati-hati, kalau kamu masuk ke
buku itu kamu bakal sulit terlepas”.
Aroma Karsa
megingatkan saya pada cara ‘dee’ menceritakan Madre, detil dan bergejala
seperti labirin. Pada Madre ‘dee’ berhasil membawa saya, seorang anak desa ini
membayangkan bau-bauan roti yang mengoda yang tidak pernah saya temui
sebelumnya, lalu setelah membaca Madre, saya cuma bisa bilang : ini gila.
Baru pada
halaman 197, saya mencap Aroma Karsa ini lebih gila dari Madre. Saya sempat
berpikir beberapa menit untuk mencari frasa yang tepat untuk menggambarkan
gilanya Aroma Karsa, namun saya tidak sanggup dan hanya dapat menyimpulkan
Aroma Karsa lebih gila dari Madre.
Aroma Karsa
adalah next level-nya Madre.
Aroma Karsa
mengajak pembaca untuk mencoba indera penciumannya. .'Dee' akan membuat pembaca
membayangkan berbagai macam jenis bau-bauan, dari yang kita tau, yang kita
tidak tahu hingga yang tidak kita bayangkan. Selain itu juga kita sebagai pembaca akan dikenalkan
pada berbagai macam macam-macam sumber aroma tersebut dengan detil, yang bikin bulu kuduk begidik. Aroma Karsa
juga merupakan romansa yang menurut saya begitu sensual di beberapa titik, tapi juga menyenangkan dan misterius.
Kekuatan
terbesar Aroma Karsa adalah sebuah jebakan. Seperti yang disampaikan si pemilik
buku pada saya, saya terjebak di dalam Aroma Karsa sehingga saya dibuat
penasaran dan saya merasa tidak bisa tidak untuk menyelesaikan buku ini,
nyaris 700 halaman dan saya selesaikan dua malam.
Kita patut
berterima kasih pada ‘dee’.
Penulis
menawarkan sebuah pengalaman yang sangat berbeda pada pembacanya, memunculkan
imajinasi, meletupkan rasa penasaran, memunculkan rasa mistis dan sensual, meledakan
pemikiran dengan kejutan-kejutannya. Terima kasih 'dee'.
Saya mengira
Madre adalah kegilaan yang menyesakkan bagi saya, tapii ternyata Aroma Karsa
jauh lebih gila daripada itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar