Senin, 29 Juli 2019

Resensi Buku Kisah Tanah Jawa : Jagat Lelembut



Saya merupakan orang awam jika dikaitkan dengan hal-hal gaib, dan saya juga merasa tidak memiliki indra keenam. Dunia gaib meruapkan duni yang berjarak dengan dunia manusia, beda dimensi, beda ruang dan waktu, sehingga keberadaannya pun samar, tapi kita semua yakin bahwa dunia seperti itu memang ada.

Namun ada sebagian orang yang memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan dunia tersebut. Dan beberaa oranf tersebut menulis dan mengilustrasikan Buku Kedua Kisah Tanah Jawa : Jagat Lelembut. Sesuai judulnya, buku ini menjembatani kita ‘manusia biasa’ dengan dunia lelembut melalui tulisan dan ilustrasi.

Secara umum tulisan di buku ini dibuat dengan bahasa yang sangat mudah dimengerti. Penulis mampu menyalurkan pengetahuan tentang Jagat Lelembut dengan pilihan kata yang sederhana dan mengena kepada pembaca. Kita tidak akan menemukan kalimat yang sulit untuk dimengerti di buku ini, kita dapat membaca buku ini dengan senang hati.

Sebagian buku ini memuat ilustrasi terhadap wujud-wujud makhluk Jagat Lelembut yang pernah diajak berinteraksi dengan penulis.Beberapa merupakan sosok-sosok yang sudah tidak asing dengan kehidupan sehri-hari. Beberapa juga terdapat ilustrasi yang yang meluruskan persepsi yang sudah terlanjur tumbuh berkembang di masyarakat yang kurang tepat. Intinya buku ini sangat informatif terutama untuk pembacanya. Ilustrasi yang ditampilkan sangat jelas dan berukuran cukup besar untuk dapat dinikmati para pembaca. Dan yang paling menarik, yaitu terdapat mantra-mantra yang dapat digunagakan untuk memnaggil sosok-sosok lelembut tersebut.

Konon, beberap sosok yang terdapat di ilustrasi buku ini dapat mendatangkan energy negatif. Pegalaman pribadi saya saat membaca, energi itu muncul ketika saya membaca dan mengatai dengan seksama sosok ratu Kuntilanak. Tiba-tiba sekujur badan merinding muncul rasa tidak nyaman di bagian belakang leher.

Saya sarankan, anda tidak membaca buku ini sendiri, anda tidak membaca ini tengah malam, selamat membaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbaru

Menikmati Patah Hati

Seiring bertambahnya jumlah populasi manusia di dunia, maka bertambah pula jumlah interaksi antar umat manusia, termasuk juga interaksi anta...